Tanggal Publikasi : 24 September 2026
Berawal dari tawaran mengikuti lomba berkelompok dan rasa keinginan yang tinggi untuk mengikuti lomba, Alya Khansa Aguzaen, Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2024, Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih juara 3 pada rabu (9/10/2025) bersama kelompoknya dalam Kompetisi International Technology Talent Competition (I-TETA 2025).
Kompetisi ini merupakan ajang yang bertujuan untuk mengasah kreativitas dan inovasi talenta teknologi di tingkat Internasional. Kompetisi ini diselenggarakan secara online oleh Faculty of Computer and Mathematical Sciences, In Collaboration with The Faculty of Information Science, Universiti Teknologi Mara, Johor Branch, Malaysia.
Alya menjelaskan ia mengikuti kompetisi ini berawal dari tawaran kakak tingkat dari Fakultas Teknik yang satu grup dengannya untuk menjadi bagian dari tim dalam mengikuti kompetisi. la, mengikuti kompetisi ini dari bulan Agustus hingga pengumuman pemenang di bulan Oktober.
"Awalnya karena aku ada di grup networking, ada salah satu kakak tingkat dari Teknik, dia lagi ikut lomba dan nawarin buat jadi tim dia," jelasnya.
Tekadnya semakin kuat untuk mengikuti kompetisi setelah dirinya merasa perlu mengembangkan diri melalui berbagai perlombaan di luar organisasi dan tidak hanya fokus pada mata kuliah di kampus.
"Aku ngerasa ingin coba ikut lomba, dapat prestasi, jadi waktuku tidak hanya dihabiskan untuk organisasi atau belajar di ruang kelas aja," ujarnya.
Dalam mempersiapkan kompetisi, tantangan jarak antar satu tim yang berbeda Fakultas bahkan Universitas membuat sulit untuk berdiskusi. Namun, hambatan itu bisa diatasi setelah melakukan brainstorming dan memahami lebih jauh tentang kompetisi yang akan diikutinya dan tema yang diangkat timnya sendiri, yaitu SDGs tema 2 dan 12.
"Jadi kami dari berbeda-beda Fakultas dan Universitas dalam satu tim itu yang membuat susah untuk bisa berdiskusi secara langsung dan juga karena aku ikut di pertengah tetapi masih bisa ikut brainstorming, dari situ aku berusaha memahami kompetisi ini dan tema SDGs nomor 2 dan 12 yang kami ambil," jelasnya.
Setelah melakukan riset, Alya dan tim menemukan masih banyaknya tempat produksi dan penjualan makanan yang tidak habis terjual dalam sehari dan tidak bisa dijual kembali. Berangkat dari masalah tersebut Alya bersama tim berinisiatif membuat inovasi teknologi berupa aplikasi penjual surplus makanan. Makanan yang tidak habis terjual bisa di jual dengan harga yang lebih murah. Hal ini juga untuk meminimalkan kerugian.
Selama mengikuti kompetisi, Alya hanya memberitahu kakaknya bahwa dirinya mengikuti kompetisi. Support dari sang kakak semakin membuat Alya semangat dalam mengikuti lomba pertamanya ini.
Setelah meraih mendali perunggu, Alya mengaku terharu bahwa kompetisi pertama kali yang dirinya ikuti bisa menang. la juga memberikan motivasi untuk mahasiswa lainnya. untuk bisa mencoba hal baru dan mencari banyak pengalaman selama kuliah untuk bisa mengikuti apa yang diri kalian inginkan, apalagi di masa awal perkuliahan.
"Ikuti apa yang kalian mau, apa yang kalian inginkan, apalagi tahun pertama kuliah itu bener-bener golden year, jangan takut buat ikut berbagai kegiatan selama kuliah, masalah menang kalah itu urusan belakang, yang penting kerjakan dulu semaksimal mungkin dan nanti hasilnya bagaimana itu bonus," tuturnya.